Perbedaan Antara Kejang Demam dengan Kejang Epilepsi

Menurut dr Nanang Kusdiyan, SpA MKes, kejang demam atau step (stuip) adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal/anus di atas 38 derajat celsius) tanpa disertai adanya infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit (misalnya, akibat diare/muntah yang hebat) atau gangguan metabolik (misalnya akibat kadar glukosa dalam darah turun). Kondisi ini umum terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Akan tetapi kejang yang disertai demam pada bayi yang berusia kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

Baca Juga: Obat Epilepsi Anak

Sedangkan epilepsi atau ayan adalah suatu kondisi gangguan kronik yang ditandai oleh berulangnya bangkitan epilepsi berupa manifestasi klinis/gejala akibat lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan hipersinkron dari sel neuron di otak.

Perbedaan Berdasarkan Penyebabnya

  • Idiopatik, yaitu golongan yang belum atau tidak diketahui penyebabnya, termasuk faktor keturunan
  • Epilepsi tidak selalu bergejala kejang seperti yang diketahui oleh orang awam selama ini. Epilepsi tertentu dapat bergejala bengong atau penurunan kesadaran
  • Simtomatik yang merupakan golongan yang diketahui penyebabnya, seperti misalnya: kelainan metabolik, trauma kepala, tumor kepala, stroke, infeksi otak, kelainan otak bawaan sejak lahir, dsb.

kejang epilepsi

Sedangkan kejang akibat demam sering disebabkan oleh adanya penyakit infeksi seperti ISPA, batuk, pilek, infeksi telinga, sehingga menimbulkan kejang. Namun, nilai ambang ketahanan anak terhadap demam berbeda, ada yang sudah mengalami kejang pada suhu 38 derajat celcius ada juga yang baru kejang ketika suhunya mencapai 40 derajat celcius. Kejang demam juga sering disebabkan oleh ketidakmatangan otak dan termoregulator atau pengaturan suhu tubuh, genetik atau turunan, ada riwayat keluarga yang mengalami kejang demam.

Apakah Kejang Demam Dapat Berisiko Epilepsi?

Untuk kejang demam sederhana, budan tidak perlu khawatir. Karena, biasanya setelah kejang selama tidak mengalami trauma saat kejang, maka tidak akan meninggalkan gejala sisa dan akan menghilang setelah usia 5 tahun.

Baca Juga: Pengaruh Bangkitan Epilepsi Pada Masa Kehamilan

Namun, apabila kejang demam kompleks dapat menjadi salah satu faktor risiko munculnya epilepsi. Kejang demam dapat terulang kembali, apabila:

  • Riwayat kejang demam pada keluarga
  • Usia si kecil kurang dari 12 bulan
  • Suhu tubuh rendah saat kejang, misalnya 38 derajat celcius sudah demam
  • Cepatnya si kecil kejang saat demam.

Itulah yang membedakan antara kejang demam dengan kejang epilepsi. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah menyimak artikel kami.

| Perbedaan Antara Kejang Demam dengan Kejang Epilepsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *