Dampak Negatif Dari Penyakit Epilepsi

Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Tapi jangan khawatir, sekitar 70-80 persen epilepsi pada anak-anak bisa sembuh dengan obat epilepsi anak tradisional.

Dampak dari penyakit epilepsi dapat berpengaruh pada IQ. Stigma-stigma negatif pada penyandang epilepsi kerap mengalami diskriminasi, baik dalam hal mendapatkan pelajaran, pekerjaan hingga untuk menikath dan berumah tangga. Masih banyaknya anggapan bahwa penyakit epilepsi dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya juga sangat membebani penyandang epilepsi, terutama bagi mereka yang ingin menikah atau berumah tangga. Padahal hanya sekitar 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika, itupun tidak diketahui penyebab jelasnya. Berikut ini dampak negatif penyakit epilespi

Apa Saja Dampak Negatif dari Penyakit Epilepsi
dampak negatif epilepsi

  • Epilepsi dapat menyebabkan kehilangan kontrol pada otot tubuh

Epilepsi dapat menyebabkan kejang otot yang parah. Saat mengalami kejang, penderita mungkin jatuh ke tanah karena otot-ototnya menegang tanpa disadari.

Ada kemungkinan penderita akan menggigit lidahnya sendiri karena giginya mengatup saat kejang. Kontrol kandung kemih dan bowel juga akan hilang saat terjadi kejang. Setelah mengalami kejang, penderita akan merasakan sakit di seluruh tubuh dan merasa lemas di tangan dan kakinya.

  • Epilepsi dapat menghambat kemampuan perseptual atau keterampilan motorik

Belahan otak seseorang terdiri atas bagian dominan dan yang tidak dominan. Bayi yang baru mulai mengembangkan koordinasi pada tahap perkembangan sensorimotorik akan rentan terhadap efek serangan epilepsi.

Jika anak menderita gangguan di belahan otak yang tidak dominan selama masa anak-anak, perkembangan keterampilan motoriknya mungkin akan terpengaruh. Selain itu, bisa jadi anak akan mengalami kesulitan menginterpretasikan data visual. Sebagai contoh, jika ditunjukkan foto wajah seseorang, anak bisa mengenali ciri individual tapi gagal untuk menyimpulkan bahwa ciri tersebut merupakan bagian dari keseluruhan yang lebih besar.

Beberapa bayi yang menderita kejang epilepsi di kemudian hari mungkin akan didiagnosis memiliki gangguan emosi, seperti autisme atau hiperaktif.

  • Berbagai komplikasi bisa muncul karena epilepsi

Beberapa komplikasi yang disebabkan oleh kejang epilepsi bisa terjadi. Karena kejang epilepsi jarang diawali dengan tanda-tanda peringatan, kehadirannya bisa membahayakan orang yang menderitanya. Misalnya, jika kejang terjadi saat penderita sedang memasak di dapur, maka ada kemungkinan dia terbakar karena jatuh di atas kompor saat kejang.

Jika kejang terjadi saat sedang berjalan menuruni anak tangga, mungkin saat sadar penderita akan menemukan dirinya mengalami perdarahan dan memar-memar karena terjatuh saat kejang muncul. Bahkan pada kondisi tertentu, pada saat kejang penderita secara tidak sengaja menghirup cairan masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan pneumonia aspirasi.

  • Antikonvulsan yang digunakan sebagai obat epilepsi bisa menimbulkan efek enegatif pada tubuh

Terkadang obat bisa menimbulkan efek yang lebih buruk daripada penyakit yang ingin disembuhkan oleh obat tersebut. Contohnya adalah obat antikonvulsan yang digunakan untuk melawan dampak yang ditimbulkan epilepsi.

Kemunduran atau penurunan intelektual bisa terjadi pada anak-anak yang meminum dosis toksik dari obat antikonvulsan. Kemungkinan efek samping lain mencakup komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, obat ini harus diresepkan dengan hati-hati.

Meskipun menunjukkan fungsi yang positif, namun antikonvulsan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, batu ginjal, atau glaukoma akut

Itulah beberapa dampak negatif dari penyakit epilepsi.

| Dampak Negatif Dari Penyakit Epilepsi

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *